Minggu, 20 Mei 2012

Pelajaran mbolang [Part I]


Siang itu Kamis, 17 Mei 2012 setelah syuro’ dengan setengah hati aku melangkah pulang ke kost dengan berbagai pikiran, ketika itu aku memikirkan jadi apa tidak liburan ke malang, sampai sana jam berapa, belum nulis artikel blog, kalau gak liburan di kost sendirian, pokoknya siang itu fikiranku kemana-mana. Namun setelah tiba di kost melihat kondisi kost yang sudah sepi, tak ada lalu lalang teman-teman kost, semua sudah sepi, semua sudah pulang kampong, sambil tiduran di kamar aku memikirkan jadi ke malang apa tidak, dan cuaca siang itu mendukung banget untuk tidur, dan akhirnya tanpa kusadari aku telelap dalam kamar tidur kurang lebih  1 jam, setelah itu aku terbangun dan memutuskan untuk pergi kemalang dengan naik bis, sebelumnya ketika aku tidur aku bermimipi bertemu dengan keluarga ku di Kalimantan , suara itu rasanya terdengar dekat, mbak aku tumbasne dolanan ya, begitulah suara adekku dalam mimpiku, rasanya dekat sekali, mungkin karena kangen yang begitu dalam. Eits lanjut ke cerita setelah itu aku menyiapkan barang-barangku dan menuju ke terminal brantang. Sesampai diterminal aku naik bis kota menuju bungur asih untuk melanjutkan perjalanan ke malang, siang itu aku janjian dengan seniorku untuk berangkat bareng, setelah naik di bus kota lantas aku mengambil hp ku dan sms seniorku untuk segera berangkat, namun berhubungung dy di antar naik motor makanya dia tidak segera berangkat, memang menurut perhitungan lebih lama naik bis kota dari pada naik motor, namuan ketika kurang lebih 40 mnit di bis kota akhirnya aku sampai di terminal bungur asih, dank u langkahkan kakiku menuju kekeramaian terminal itu. Sebelum menuju ke bus ak sms seniorku dan ternyata dia belum berangkat, akahirnya kulangkahkan kakiku menuju ruang tunggu, entah tak tau kenapa sebelum sampai diruang tunggu aku terhenti di trotoar dekat ruang tunggu, aku melihat orang-orang berteriak kesana kemari untuk mencari penumpang, sambil melihat aktifitas mereka ku lihat anak kecil yang lucu bersama ibunya akan pergi ke kampong halaman, anak kecil itu memecahkan fikiranku terhadap keramaian itu.
Dari kejauhan kulihat ada lima orang , dua cewek dewasa dengan membawa gitar, 2 anak laki-aki kecil dengan membawa ecek-ecek(semacam alat music dari tutup botol) lalu satu orang ibu-ibu, kulihat mereka dari kejauhan sana hingga orang itu mengarah dekat denganku, ketika tiba didepanku, ku lihat ibu- ibu itu marah-marah dan dua cewek itu dengan muka kesal pergi menuju bis dan selanjutkan ketika tiba disampingku pas, aku mendengar ibu-ibu itu marah-marah terus, hingga salah satu dari anak kecil itu seakan-akan marah dan mengkel lantas pergi menuju bis dengan muka yang berat(seakan-akan disalahkan ) menuju bis untuk mengamen kembali, dengan langkah cepat dan muka yang sangat membuat hatiku tersentuh  ia menuju bis dan mengamen, lantas satu cowok kecil yang tadi menyusulnya untuk memberikan tas untuk tempat uang. Betapa mirisnya hati ini melihat anak sekecil itu harus bekerja dan di marah-marahin , betapa sakitnya hati ini melihat itu semua anak kecil yang seharusnya sore hari untuk bermain atau belajar bersama teman-temannya harus bekerja mencari uang. Betapa bersyukurnya hati ini masih diberi rezeki dan kehidupan yang seperti ini, jauh disana masih banyak saudara-saudara kita yang masih kekurangan.
       Didalam hati rasanya menangis melihat anak itu, anak yang seumuran dengan adekku yang seharusnya masih menikmati masa-masa kecil, masa-masa pertumbuhan di lingkungan yang mendidik,  ketika itu rasanya hatiku seperti ditusuk-tusuk, merasa bersalah sebagai seorang mahasiswa apa yang sudah aku berikan kepada mereka, yang lebih membuatku menghela nafas panjang, anak itu dibiarkan begitu saja dan ditinggal pergi, dalam hati berteriak Ya Robb kehidupan seperti apakah yang ada dihadapanku saat ini? Salah negeri ini ataukah salah orang tua mendidik?
Dalam diamku memandangi anak kecil itu, perhatianku berpindah ke arah jauh sampingku, banyak orang yang berteriak dan ternyata disana sedang ada penumpang dengan celaa pendek(hotpen) sedang lewat, aku perhatikan semua gerak gerik bapak-bapak, pemuda yang ada disekitar sana, Ya Allah apa lagi yang sedang engkau tunjukkan kepada hamba, semua mata laki-laki itu memandangi tubuh cewek itu, menikmati keindahanyang lewat dengan gratis itu. Betapa bersyukurnya aku, dalam hatiku berteriak Ya Rabb Terimaksih engkau telah tunjukkan jalan pada hamba jauh sebelum hamba melihat kejadian ini, engkau telah membuat hamba menutupu aurat hamba sehingga keindahan itu dapat terjaga dan hanya orang yang Halal bagi hambalah yang kelak dapat memiliki dan menikmati keindahan itu, bukanlah sembarang orang, kawanku betapa bersyukurnya kita yang sudah dapat menutup aurat dan menjaganya hanya untuk orang yang halal bagi kita. Sahabatku perjalanan siang-malam itu memberikan banyak pelajaran untukku setelah melihat kejadian itu aku semakin merasa dekat dengan Rabbku, rasa Syukur yang tak henti-henti.
        Tak lama kemudian Hp ku bergetar ternyata setelah 1 jam aku menunggu di terminal akhirnya seniorku datang dan akhirnya kami pun naik bus Restu untuk mengantarkan perjalanan kita menuju kota Apel, sesampainya di dalam bus seniorku terlihat agak panic dan ternyata uangnya tertinggal di kost dan hanya tersisa lima ribu, dan Alhamdulillahnya saya bawa uang 25 ribu, setelah itu aku membayar tarif bis 2 orang saya dan senior saya, harga bis yang dihari-hari biasa 8 ribu dari Surabaya-malang naik menjadi 10 ribu, dan aku berikan 20ribu, akhirnya uang kami sama-sama tinggal 5 ribu. Setelah sedikit mengobrol tentang jurusan, eniorku tertidur dan aku belum bisa tidur , masih menikmati pemandangan selama perjalanan, tiba-tiba bis berhenti dan ternyata bapak-bapak mau naik. Bapak-bapak itu akhirnya duduk disebelahku. 10-15 menit kemudian gerak-gerik bapak itu aneh sekali, dan aku tak bisa berkata-kata, skhirny ku tulis sms dan kukirim ke seniorku yang duduk didekatku, namun saking lelapnya ia tidak merasa ada sms.
       Entah gerak-gerik aneh menikmati music atau memang kebiasaan. Aku biarkan dan aku menghadap kekaca dan tertidur, tanpa aku dan seniorku sadari ternyata Ac bus bocor dan jilbab kami basah semua, saking lelapnya jadi ndak terasa. Namun dengan kejadian itu aku bisa dapat alas an untuk pindah kursi jauh dari bapak-bapak itu, dan aku duduk didekat bapak-bapak yang menuju malang juga untuk menjemput putrinya yang kuliah di Brawijaya untuk diajak pulang ke Surabaya, yah lagi-lagi obrolan itu muncul, akhirnya setelah berbincang panjang lebar dan aku dapat pengalaman banyak, kondektur berteriak arjosari…arjosari…ternyata kami telah sampai.
     Aku melanjutkan perjalanan dengan naik angkot ADL untuk menuju Ub, aku harus turun di jalan sukarno hatta, namun lagi-lagi karena asyik ngobrool akhirnya aku kebablasan rumayan jauh dari UB, aku turun dari angkot dengan penuh keyakinan pasti aku bisa ketemu Ub, karena tadi uangku tinggal 5 ribu dan aku gunakan untuk bayar angkot 4 ribu , tersisa seribu ndak mungkin aku gunakan untuk naik angkot, akhirnya dengan penuh keyakinan aku berjalan menyusuri jalanan kota malang, dan aku bertemu dengan ATM, sebelum masuk atm aku bertanya pada ibuk-ibuk, buk kalau mau ke UB kampus teknik jauh tidak? Jawabnya tidak nak jalan saja lurus nanti ada kampus teknik Ub. Setelah itu aku berjalan dan akau melihat ada MCdnald, aku mampir dan membeli minuman karena kehausan, lalu aku tunggu temanku di situ, tak lama kemudian temanku datang, akhirnya Allah mempertemukan kami. Cipika-cipiki sebentar dan kami lanjut menuju asrama UB, sebelumnya kami membeli makan malam di sebuah warung kecil. Menyusuri kampus ub yang gelap menuju asrama, dan akhirnya aku sampai di Asrama Ub, makan setelah itu tidur. Next story di sambung lain waktu ya sahabat.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Pelajaran mbolang [Part I]"

Posting Komentar