Dalam Perjalananku akan Pencarian-Mu
Kehidupan penuh perjuangan, kehidupan penuh pengorbaanan, kehidupan penuh pengalaman. Ya itulah yang ku alami sejak SD. Ketika SD perjuangan itu belum begitu terasa, karena memang saat itu diriku belum begitu tau apa-apa, anak kecil yang hanya bisa tersenyum dalam setiap waktu, menangis saat apa yang di ingikan belum didapat. Namun seiring bergantinya waktu, degradasi zaman membuat semuanya serasa begitu cepat berubah. Saat SMP mulailah merasakan kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang tak hanya se-mau hati ku saja. Teman baru, lingkungan baru memberikan pengalaman baru pula. Sekolah yang jauh dari kehidupan kota membuat pola fikir yang jauh pula, pola pikir negative maupun positif, jauh dari perkembangan teknologi dan jauh dari dunia islam dalam lingkungan pendidikan. Saat itu diriku hanyalaah sosok yang lagi mencari tokoh untuk dicontoh dalam kehidupan , minimnya pengetahuan, hanya melihat sebelah mata saja, kehidupan sahabat-ssahabatku yang bisa dibilang gaul ya itulah yang akhirnya mempengaruhiku, SMP terkenal dengan orang Tomboy, dengan teman-teman yang memang tak bisa menjadi contoh yang baik. Pakaian yang memang tomboy, tingkah yang memang tomboy yah itu mnjadi salah satu ciri ku saat itu. Walaupun begitu aku tetap tak ingin ketinggalan dalam prestasi akademik, aku tak ingin mengecewakan kedua orang tuaku yang membanting tulang demi sekolahku, bagaiman tidak berprilaku tomboy saat itu untuk sekolah pun aku harus bekerja membantu kedua orang tuaku. Setiap pulang sekolah aku berangkat mengayuh sepeda pergi ketengah hutan belantara untuk membantu membuat arang dan mencari kayu bakar untuk dijual untuk kehidupan sehari-hari, membantu mencangkul di kebun, yang nota bennya pekerjaan itu memang pekerjaan cowok. Mencangkul, mengangkat kayu, menebang pohon yah itulah kesehariianku setelah pulang sekolah.
Namun ketika aku kelas 3 SMP kedua orang tuaku merantau dikalimantan dan kakakku kuliah diluar kota, tertinggall dirumah didesa sendiri untuk melanjutkan studi sampai lulus. Setelah lulus SMP aku berniat masuk salah satu SMA di kota tetangga dengan meeninggalkan desaku tercinta, namun Allah mengetahui apa yang memang aku butuhkan aku tak diterima di SMAN tersebut namun aku malah diterima di MAN yang notabennya sekolah islam banget. Dengan penuh keterpaaksaan aku mencoba masuk dii sekolah itu, untuk menjalini hari studi di MAN yang memang jauh dengan kehidupan sekolahku dahulu. Hari pertama masuk saat itu ospek, dan yang cwek wajib pakai jilbab, dengan penuh keterpaksaan dan ketidakbisaan memakai jilbab dengan baik maka aku brangkat menuju sekola dan menjalin hari-hari. Masih ku ingat saat itu teman sekelasku menjadi kenal dan akrab padaku karena khasku yang memakai jilbab berabtakan dan selalu di benahin olehnya. Berjalan 2-3 bulan aku mulai tidak kuat dengan pelajaran-pelajaran islam yang ada di MAN dan harus memakai jilbab sangat mengganggu aktifitasku saat itu dan membuatku untuk miinta pindah sekolah segala. Sekolah berjilbab, keluar, jilbab hilang yah itulah kehidupan penuh kebodohan ku dahulu. Namun jika saat itu bapakku setuju untuk memindahkan sekolahku tentu diriku sekarang takkan seperti ini.
Namun setelah aku mengenal orang-orang luar biasa yaitu sahabat-sahabat yang memberiku penuh motivasi untuk menjadi muslimah seutunya. Disekolah ada sahabatku tercinta yang selalu memberiku motivasi dan inspirasi dalam hari-hariku, di kost ada kakak ku yang luar biasa tak pernah lelah memberiku motivasi. Memang dengan siapa kita bergaul sangat berpengaruh dalam warna-warni kehidupan kita. Bisa mengenal mereka adalah hal terindah. Oya ada yang lupa, dahulu waktu aku di MAN setiap aku pulang kampung dan bertemu dengan teman-temanku mereka bertanya “sekarang sekolah dimana kok gak pernah kelihatan” , aku jawab “ aku sekolah di MAN” dengan nada yang kaget mereka menjawab “ Hah Premannya SMP sekarang sekolah di MAN??apa gak salah” yah itulah jawaban mereka, dan aku hanya bisa tersenyum. Namun setelah 1 tahun di MAN dan menemukan banyak sosok-sosok luar biasa aku menjadi betah sekolah di MAN, aku selalu teringat dengan salah satu kata-kata sahabatku dan juga membuaatku mulai takut bahwa janganlah berlaku menyerupai cowok karena itu adalah hal yang dibenci Allah. waktu terus berjalan dan disitu aku mulai merasa banyak yang harus aku rubah, banyaak yang harus aku perbaiki dari diriku, sedikit demi sedikit aku mulai merubahnya, dan akhirnya tak disangka perubahan itu begitu drastic sehingga membuat diriku penuh dengan komitmen. Pergi kememanapun dengan berjilbab dan bahkan rok selalu menemani kedua langkah kakiku. aku jadi teringat dengan kata-kata sahabatku bahwa “ cewek itu ibarat HP second dan HP baru yang dimana jika HP baru masih ada Dos book yang membungkusnya, cas, headset, dll, dan harganya pasti lebuh mahal dari pada HP second yang dimana tidak ada bungkus yang menutupinya, tidak ada casnya, dsb yang pasti harganya lebih murah, nah itulah ibarat perempuan berjilbab dengan yang tidak maka akan lebih dihargai dan lebih dihormati yang berjilbab, dalam artian orang yang berjilbab disini adalah orang yang benar-benar berjilbab dan prilakunya pun mencerminkan muslimah yang sesungguhnya.
Teringat dalam Al Qur’an surah Al Ahzab : 59
Hai nabi katakanlah pada isterimu,anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Setelah memakai jilbab aku merasa bahagia, yang paling membuatku bahagiia adalah aku berjilbab karena memanng pencarian sesunggunya niat dari dalam hati untuk berubah, dan kedua orang tuaku. Memang setelah berjilbab rasanya beda sekali dengan ketika aku tak berjilbab. Banyak sekali pengalaman yang ada setelah aku berjilbab. Sungguh sebenarnya aku tak bisa menggambarkan dengan detail bagaimana bahagianya diriku setelah sekolah di MAN dan mendapatkan sahabat-sahabat yang luar biasa yang memaang membawa perubahan pada diriku yang begitu luar biasa. Dan setelah iitu aku merasa bisa mengenal orang-orang hebat dan memotivasi, dan yang paling penting membuatku menjadi lebih ikhlas dengan segala kondisi yang terjadi. Namun ingatlah sahabat, tetaplah Menjadi diri sendiri. “Menjadi Diriku dengan segala kekuranganku dan menjadi diriku atas Kelebihanku”.
Allah memang tahu apa yang kita butuhkan, maka dari itu Dia tak memberi apa yang kita inginkan melainkan apa yang kita butuhkan.
Aku hanya ingin melihat sahabat-sahabat ku saat ini yang belum berjilbab semoga cepat berjilbab namun berjilbablah dari dalam hatimu, karena dengan berjilbab hari-hari ini akan serasa lebih indah dan bermakna. Janganlah berjilbab karena ingin dilihat seseorang tapi berjilbablah karena Allah SWT.
Sahabat, apakah kalian tak ingin mencari arti hidup yang hakiki?
Arti hidup yang sesuai dengan syar’i agamamu?
Arti hidup yang akan membawamu bertemu dengan Yang Maha Kuasa?
Yang akan membawamu bertemu dengan Rasulmu?
Sahabatku…
Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
Jangan menunggu bisa, baru melakukan.
Tapi lakukanlah! Kamu akan terbiasa dan pasti bisa!
Tuan, Sebutir Pelurumu yang Nanti menembus
Kepalaku hanya akan Membunuhku
Tapi tulisan dan Buah pikiranku
Akan Menembus, Ratusan, Ribuan, Jutaan Kepala Orang.
(Sayyid Quthb)
Semoga tulisan kecil yang ribet bahasanya ini dapat berguna sahabat.

0 komentar: on "Dalam Perjalananku Akan Pencarian-MU"
Posting Komentar